Tag Archives: krisis

Pengertian/Definisi Corporate Financial Distress, Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Growth Slowdown

Share

oleh : Sopana

Corporate financial distress

Corporate financial distress atau perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan adalah istilah umum yang sering digunakan untuk mewakili kondisi berikut : failure, insolvency, bankruptcy, dan default (Altman & Hotchkiss, 2006). Failure terjadi ketika tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan lebih rendah dari tingkat bunga yang berlaku pada investasi yang sama atau tidak cukupnya penerimaan untuk menutupi biaya yang telah dikeluarkan. Insolvency adalah istilah yang menggambarkan dimana perusahaan tidak mampu melunasi hutang jangka pendeknya. Bankruptcy adalah istilah yang menggambarkan perusahaan dalam kesulitan keuangan kemudian dideklarasikan secara formal dalam pengadilan negeri. Default adalah istilah yang menggambarkan adanya suatu pelanggaran jangka waktu perjanjian hutang oleh perusahaan. Ada dua istilah default : technical default dan legal default. Technical default terjadi jika debitur dalam hal ini perusahaan melanggar perjanjian pinjaman. Sedangkan legal default terjadi jika debitur / perusahaan gagal memenuhi kewajiban membayar bunga ataupun pokok pinjamannya. Kedua bentuk default tersebut merupakan sinyal akan turunnya kinerja perusahaan dan keuangan yang sulit (Altman & Hotchkiss, 2006).

Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan memiliki dorongan untuk menggeser resiko yang terjadi baik oleh pemegang saham maupun manajer (Eberhart and Senbet, 1993; Maksimovic and Titman, 1991; Thorburn, 2004). Adapun masalah pergeseran resiko yang telah lama dikenal oleh perusahaan antara lain penggantian asset yang dibiayai oleh hutang. Terdapat hubungan positif antara nilai saham dan pergerakan nilai asset yang ada di perusahaan dan hubungan tersebut akan mendorong pemegang saham untuk mengambil alih kekayaan dari pemegang obligasi dengan memindahkan asset perusahaan dalam proyek yang memiliki resiko tinggi (Galai and Masulis, 1976; Jensen and Meckling 1976). Pemegang obligasi yang baik akan mengenali perilaku penggeseran resiko tersebut, sehingga menilai hutang perusahaan dengan sebuah kepercayaan bahwa pemegang saham akan membuat pilihan investasi yang memiliki resiko tinggi (Eberhart and Senbet, 1993). Hal tersebut dapat menyebabkan tingginya biaya modal untuk membiayai perusahaan yang distress dan menetapkan biaya tersebut melalui kebijakan perusahaan yang beresiko (Edwards et al, 2013).

Corporate financial distress dan tax avoidance

Apa sih Corporate financial distressĀ danĀ tax avoidance itu? yuk simak ulasan selanjutnya…

 
Share