Tag Archives: ekonomi

Hubungan Granger Causality Antara Kebijakan Moneter dan Pasar Saham

Share

Kausalitas Granger / Granger Causality

Granger Causality terjadi ketika perubahan satu variabel pada data time series dapat diprediksi sebelum variabel lain. Ide awal granger causality berasal dari konsep waktu yang tidak mungkin berjalan mundur. Artinya kejadian di masa lampau dapat menyebabkan kejadian di masa sekarang, tetapi kejadian di masa depan tidak dapat menyebabkan kejadian saat ini (Gujarati, 2003). Kesimpulannya, Uji granger digunakan untuk melihat pengaruh masa lalu (lag) pada kondisi sekarang. Menurut Abdalla (2011), Uji Granger Causality dengan persamaan model Vector Autoregression (VAR).

Granger causality test yang dilakukan oleh Gu dan Gao (2013) menunjukan bahwa The Fed menaikan suku bunga setelah terjadi kenaikan pada pasar saham dan menurunkan suku bunga setelah terjadi penurunan pada pasar saham. Selain itu, Chen dan Gu (2011) juga membuktikan hubungan jangka pendek antara pengumuman dari The Fed terhadap pasar saham dimana penurunan pada pasar saham terjadi secara cepat setelah the fed merubah target fed fund rate-nya.Sedangkan Flood dan Marion (2006) berpendapat bahwa rezim moneter tidak memiliki efek sistematis terhadap kemampuan prediksi harga saham untuk pertumbuhan output.

Chen (2007) menyelidiki eksistensi asymmetric effect pada … 

 
Share

Pengertian/Definisi Corporate Financial Distress, Tax Avoidance, Global Financial Crisis, Growth Slowdown

Share

oleh : Sopana

Corporate financial distress

Corporate financial distress atau perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan adalah istilah umum yang sering digunakan untuk mewakili kondisi berikut : failure, insolvency, bankruptcy, dan default (Altman & Hotchkiss, 2006). Failure terjadi ketika tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan lebih rendah dari tingkat bunga yang berlaku pada investasi yang sama atau tidak cukupnya penerimaan untuk menutupi biaya yang telah dikeluarkan. Insolvency adalah istilah yang menggambarkan dimana perusahaan tidak mampu melunasi hutang jangka pendeknya. Bankruptcy adalah istilah yang menggambarkan perusahaan dalam kesulitan keuangan kemudian dideklarasikan secara formal dalam pengadilan negeri. Default adalah istilah yang menggambarkan adanya suatu pelanggaran jangka waktu perjanjian hutang oleh perusahaan. Ada dua istilah default : technical default dan legal default. Technical default terjadi jika debitur dalam hal ini perusahaan melanggar perjanjian pinjaman. Sedangkan legal default terjadi jika debitur / perusahaan gagal memenuhi kewajiban membayar bunga ataupun pokok pinjamannya. Kedua bentuk default tersebut merupakan sinyal akan turunnya kinerja perusahaan dan keuangan yang sulit (Altman & Hotchkiss, 2006).

Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan memiliki dorongan untuk menggeser resiko yang terjadi baik oleh pemegang saham maupun manajer (Eberhart and Senbet, 1993; Maksimovic and Titman, 1991; Thorburn, 2004). Adapun masalah pergeseran resiko yang telah lama dikenal oleh perusahaan antara lain penggantian asset yang dibiayai oleh hutang. Terdapat hubungan positif antara nilai saham dan pergerakan nilai asset yang ada di perusahaan dan hubungan tersebut akan mendorong pemegang saham untuk mengambil alih kekayaan dari pemegang obligasi dengan memindahkan asset perusahaan dalam proyek yang memiliki resiko tinggi (Galai and Masulis, 1976; Jensen and Meckling 1976). Pemegang obligasi yang baik akan mengenali perilaku penggeseran resiko tersebut, sehingga menilai hutang perusahaan dengan sebuah kepercayaan bahwa pemegang saham akan membuat pilihan investasi yang memiliki resiko tinggi (Eberhart and Senbet, 1993). Hal tersebut dapat menyebabkan tingginya biaya modal untuk membiayai perusahaan yang distress dan menetapkan biaya tersebut melalui kebijakan perusahaan yang beresiko (Edwards et al, 2013).

Corporate financial distress dan tax avoidance

Apa sih Corporate financial distress dan tax avoidance itu? yuk simak ulasan selanjutnya…

 
Share