Promosi : Pengertian Promosi, Tujuan Promosi, Media Promosi dan Bagaimana Memilih Metode Promosi

Share

Pembaca budiman, kali ini kami akan sajikan artikel tentang promosi yang meliputi  pengertian promosi, tujuan promosi, media promosi, serta bagaimana memilih metode promosi dengan tujuan pemilihan metode promosi tersebut. Oke, akan dibahas dahulu tentang pengertian promosi dan tujuan promosi,

Pengertian Promosi

Menurut Amstrong dalam Kotler (2013:46) “Promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variable periklanan, personal selling dan alat promosi lainya yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”. Menurut Stanson Swastha (2013:180)  “Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dilakukan oleh organisasi atau individu tertentu”. Selain itu juga diutarakan Athoilah dalam Sumarwan  (2012:109) bahwa “Promosi adalah kegiatan-kegiatan pemasaran yang mendorong efektifitas pembelian konsumen & pedagang dengan menggunakan alat seperti peragaan & demonstrasi”.

Tujuan Promosi

Tujuan promosi dapat dibagi kedalam beberapa tujuan, yaitu tujuan promosi bagi internal, promosi bagi perantara dan promosi bagi konsumen.

Internal            :  Mendorong agar lebih tertarik pada produk dan organisasi.

Perantara  : Untuk memperlancar atau mengatasi perubahan-perubahan musiman dalam pesanan untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran atau untuk memperoleh ruang gerak yang lebih baik.

Konsumen : Untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru atau untuk meningkatkan volume penjualan dan untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada untuk menyaingi promosi yang di lakukan oleh pesaing.

  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.

Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Contohnya, penjelasan secara detail oleh bagian produksi dibutuhkan apabila ada konsumen yang komplain mengenai produk. Demikian juga dibutuhkan orang yang dapat menangani kegiatan sumber daya manusia, sehingga dapat menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kompensasi dan reward kepada semua karyawan yang terlibat dalam perusahaan.

Bagian keuangan memerlukan orang yang ahli dalam berbagai sistem pembayaran dan insentif, terutama kepada konsumen yang membutuhkan sehingga dapat mengakomodasikan berbagai jenis kebutuhan konsumen. Dengan demikian, kegiatan ini selalu dengan berbagai departemen lainnya. Untuk kegiatan bisnis skala kecil, pemilik tidak memiliki karyawan dalam jumlah besar, ini artinya perusahaan memerlukan cara berfikir yang menyeluruh pada saat ia menerapkan strategi pemasaran, yaitu serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sebagaimana diketahui bahwa keadaaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan.

Anda sedang mencari konsultan jasa olah data SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Kami merupakan konsultan jasa olah data / pengolahan data statistik  SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Hubungi Kami :

WA : 0838 0405 9000

Media Promosi

Di bawah ini adalah daftar mengenai alat-alat / media promosi yang dapat di pakai untuk membangun suatu program penjualan yang efektif :

  1. Kewiraniagaan (Personal Selling).
  2. Promosi Konsumen : hadiah, perlombaan, dan penawaran kombinasi.
  3. Metode yang bertujuan merangsang iklan dan promosi
  4. Pameran dan Eksibisi.
  5. Jaminan dan Servis.
  6. Penawaran Kompetitif.
  7. Pembelian contoh barang.
  8. Kupon atau nota sejumlah harga tertentu akan memperoleh barang seharga tertentu.

Humas : Penyambung antara dalam perusahaan dengan pihak luar perusahaan.

Publisitas : Melakukan promosi dengan membuat karya ilmiah di masukan ke   media massa.

 

Bagaimana Memilih Metode Promosi ?

Karena banyaknya metode promosi, maka pertanyaan yang timbul tentu saja adalah, “Bagaimanakah eksekutif perusahaan memilih bahan yang paling efektif untuk produknya? Sayangnya, tidak ada perpaduan metode promosi yang umum diterima yang sesuai dengan berbagai keadaan pemasaran berbagai produk yang dihasilkan dan dijual di Negara kita dewasa ini. Pengalaman menunjukkan bahwa tipe produk yang berbeda akan membutuhkan campuran bahan penjualan yang berbeda pula. Terkadang perusahaan kurang bijaksana dalam memilih metode promosi untuk meningkatkan volume penjualan produknya. Pengalaman menunjukkan bahwa variasi dalam ciri-ciri merek saingan, dan juga perbedaan dalam kebijaksanaan merek, saluran distribusi, dan kebijaksanaan harga, cenderung membutuhkan perbedaan dalam perpaduan promosi untuk tercapainya hasil yang menguntungkan. Pengaruh dari faktor-faktor ini terhadap strategi dasar promosi akan dilukiskan dalam pasal-pasal berikut :

  1. Pengaruh Kebijaksanaan Merek.
  2. Pengaruh Saluran Distribusi
  3. Pengaruh Kebijaksanaan Harga
  4. Pendekatan yang disarankan untuk menentukan strategi promosi

Beberapa faktor yang penting dalam promosi adalah :

  1. Ciri-ciri produk dan tahapnya dalam daur kehidupan.
  2. Kebisaan dan motif pembelian dari para konsumen atau dari para pemakai industri
  3. Pandangan para perantara-dagang.
  4. Strategi promosi dari para pesaing/kompetitor
  5. Kemungkinan besarnya dana promosi.

 

Apa Tujuan Memilih Metode Promosi?

  Tujuan memilih metode promosi ialah :

  1. Penekanan relative yang harus diberikan kepada iklan, kewiraniagaan, dan unsur-unsur lainnya dalam usaha untuk mencapai tujuan promosi yang kehendaki.
  2. Menentukan total dana promosi dan untuk menyusun alokasinya yang optimum di antara metode-metode promosi yang digunakan. Secara teoretis, tugasnya adalah untuk menetapkan total dana promosi pada titik di mana penghasilan marginal (output) sama dengan atau sedikit di atas biaya marginal dari unit masukan (input) yang terakhir. Begitu pula, jumlah yang digunakan untuk masing-masing metode promosi ini (iklan kewiraniagaan,stimulasi dealer) hendaklah di tetapkan pada level di mana penghasilan marginal per biaya di antara seluruh metode promosi itu sama. penyesuaian yang praktis dari pendekatan marginal tehadap alokasi dana promosi.
  3. Diperiksa ulang keputusan yang telah diambil dengan proses analitis ini, melalui penggunaan riset yang didisain untuk mengukur efektivitas dari metode-metode promosi yang dipilih, dan juga kombinasi-kombinasi alternative dari unsure-unsur promosi. Jadi, jika analisa menunjukkan bahwa ada tampak kesempatan baik untuk memanfaatkan iklan, maka adalah bijaksanaan untuk mencek keputusan ini dengan menggunakan teknik-teknik analisa riset yang sesuai untuk mengukur hasil-hasil pemakaian metode iklan tersebut. Jika mungkin, riset hendaklah pula digunakan untuk menguji keputusan-keputusan yang meliputi metode-metode lain dalam perpaduan promosi itu. Juga berbagai kombinasi atau antara iklan, kewiraniagaan, dan promosi dealer hendaklah pula di coba berdasarkan eksperimen sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi perpaduan yang paling efektif dari unsur-unsur ini. Riset yang demikian akan dapat mempersempit kemungkinan kesalahan dan akan memberikan fakta-fakta yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas pertimbangan eksekutif.

Bersamaan dengan itu, hendaklah disadari bahwa masalah mengukur hasil pemakaian suatu metode promosi tertentu atau kombinasi dari metode-metode itu seringkali merupakan tugas yang sulit. Jika produk itu tinggi nilai satuannya dan dibeli pada jarak waktu yang jarang, maka barangkali tidak mungkin untuk membuat suatu test skala kecil yang dapat mengukur dalam waktu tiga sampai enam bulan, hasil penjualan dari iklan, kewiraniagaan atau metode promosi lain yang ada. Karena banyak faktor yang mempengaruhi penjualan di pasar, maka mungkin ternyata sangat sulit pula bagi pengusaha untuk mengasingkan pengaruh suatu metode saja, seperti kewiraniagaan, di suatu perpaduan tertentu dipengaruhi oleh penilaian dari percobaan actual di seluruh pasar. Hal yang perlu diingat adalah bahwa walaupun dalam keadaan tertentu, riset dapat memberikan pengecekan yang berguna bagi keputusan-keputusan manajemen dalam memilih metode penjualan, namun ada keadaan-keadaan lain yang memungkinkan  riset tidak banyak dapat berbuat karena rumitnya persoalan. Jika demikian hanya, keberhasilan akan bergantung kepada rasa seni (artistic) dan pertimbangan dari eksekutif pada waktu ia menganalisa masalah pemilihan unsur-unsur dari rencana promosinya. Akan tetapi, kita masih dapat mengambil kesimpulan pengusaha  dapat memilih metode promosi yang penting dan pertimbangan–pertimbangan yang membimbing eksekutif dalam tugasnya memilih unsur-unsur yang tepat untuk perpaduan penjualannya (selling mix).

Anda sedang mencari konsultan jasa olah data SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Kami merupakan konsultan jasa olah data / pengolahan data statistik  SPSS Eviews Lisrel AMOS Stata Murah / analisis data statistik MURAH di jakarta bogor tangerang bekasi (jabodetabek) untuk skripri tesis disertasi ?

Hubungi Kami :

WA : 0838 0405 9000

Strategi Promosi

Disamping itu strategi promosi yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar tersebut. Dengan demikian strategi yang digunakan harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk promosi :

  • Berdasarkan dari sudut pandang penjual yaitu 4P :
  1. Tempat yang strategis (place),
  2. Produk yang bermutu (product),
  3. Harga yang kompetitif (price),
  4. Promosi yang gencar (promotion).
    • Berdasarkan dari sudut pandang pembeli :
  5. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
  6. Biaya konsumen (cost on the customer),
  7. Kenyamanan (convenience), dan
  8. Komunikasi (comunication).

Oleh karena itu, pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Selanjutnya, perusahaan harus dapat benar-benar menciptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, sehingga tidak hanya berorientasi melakukan penjualan semata.

Mengapa sebagian besar konsumen dan pelanggan tiba-tiba hengkang dan tidak membeli produk perusahaan anda lagi? Mengapa mereka pindah dan membeli produk yang sama dari perusahaan lain? Alasannya bisa bermacam-macam. Bisa karena faktor mutu produk perusahaan anda yang rendah, harga mahal, kemasan yang tidak menarik, ketidak-pastian produk, rantai suplai yang stagnan, dan lemahnya mutu pelayanan dan promosi. Dengan kata lain tidak optimumnya  upaya yang dilakukan perusahaan untuk mencapai  keberhasilan pemasaran yang meliputi penetapan segmen pasar yang terbaik; pemetaan kebutuhan, persepsi, prefrensi dan perilaku pelanggan; mengetahui siapa pesaingnya; perluasan mitra bisnis; pengembangan sistem termasuk sistem perencanaan pemasaran; pengendalian ketat terhadap jumlah dan mutu produk; pengembangan merek lewat promosi intensif; membangun kepemimpinan pemasaran, koordinasi antar departemen, dan spirit tim; dan penerapan teknologi berorientasi keunggulan kompetitif.

“konsep-konsep utama pemasaran meliputi segmentasi, pentargetan, perpromosian, kebutuhan, keinginan, permintaan, penawaran, merek, nilai dan keputusan, pertukaran, transaksi, jejaring dan hubungan, jalur pemasaran, rantai suplai, persaingan, lingkungan pemasaran, dan program pemasaran”. (Kotler; 2015).

Dari kerangka pemasaran tersebut seperti segmentasi, pentargetan, dan pemosisian plus 4P (product, price, place, dan promotion) dapat digunakan untuk menganalisis dan menyusun perencanaan pemasaran. Dengan demikian diharapkan tujuan pemasaran yang berupa pencapaian target penjualan produk (barang dan jasa), menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pelanggan, dan meningkatkan mutu dan standar hidup masyarakat dapat tercapai. Lalu apa dan bagaimana peranan sumber daya manusia (SDM) agar tujuan atau keberhasilan pemasaran dapat tercapai?

Pemasaran sebagai suatu proses tidak mungkin mengabaikan penggunaan sumberdaya manusia (karyawan manajemen dan non-manajemen) yang bermutu. Hal ini berkait dengan pemahaman tentang arti, dimensi, dan praktek  pemasaran yang selain mengandung  konsep ekonomi dan antropologi, juga tidak lepas dari konsep sosiologi dan psikologi. Misalnya bagaimana lewat survei pasar dapat diketahui segmen pasar yang tepat dan perilaku pasarnya. Untuk itu perlu digunakan pengetahuan antropologi, sosiologi dan psikologi. Begitu pula untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan pelanggan dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan mempromosikan produk. Kemudian ketika akan mempromosikan produk maka sebelumnya diperlukan koordinasi antara manajer departemen produksi, pemasaran, dan departemen finansial. Semakin baik koordinasi semakin terpenuhinya produk yang dibutuhkan konsumen atau pelanggan. Koordinasi itu sendiri baru bisa berhasil efektif jika mutu kepemimpinan manajer dan etos kerja karyawannya tinggi. Selain itu perusahaan anda harus memiliki SDM yang menguasai pengetahuan dan ketrampilan teknologi baru, sistem informasi, dan jejaring pemasaran baru.

Beberapa  hal yang sangat menjadi perhatian dalam keberlanjutan promosi adalah sumber daya manusia yang mampu memahami karakteristik pasar termasuk dinamika perilaku konsumen dan pelanggan; mengamati perilaku pesaing; mengelola hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal; dan mempromosikan produk dengan efektif dan efisien. Keberhasilan para karyawan dengan potensi SDM tersebut akan mampu menghindari kemarjinalan perusahaan dalam kegiatan pemasaran. Untuk  itu pelatihan dan pengembangan SDM di bidang pemasaran, perilaku konsumen-pelanggan, komunikasi, dan promosi tidak saja diberikan bagi mereka yang berada pada departemen pemasaran dan produksi tetapi juga kepada semua karyawan. Hal  ini karena pemasaran sebagai suatu sistem tidak dipandang sebagai kegiatan parsial perusahaan melainkan sebagai kegiatan terpadu. Dengan demikian pemahaman konsep pemasaran sebagai salah satu ideologi keberhasilan perusahaan lama kelamaan terinternalisasi dengan baik. Dan inilah sebagai modal manusia yang sangat penting peranannya dalam mencapai keberhasilan pemasaran.

 

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *