Peringkat Obligasi : Pengertian Peringkat Obligasi, Kategori Peringkat Obligasi dan Definisi Peringkat Obligasi

Share

Pengertian / definisi obligasi sudah dibahas di artikel sebelumnya DI SINI. Sebelum dibahas tentang Kategori Peringkat Obligasi dan Definisi Peringkat Obligasi, akan dibahas dulu tentang Pengertian Peringkat Obligasi,. Peringkat obligasi bermanfaat untuk mengetahui struktur obligasi dan mengetahui posisi kinerja perusahaan, peringkat obligasi dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat yang independen yang terdaftar dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Menurut Partiningsih & Asyik (2016) menjelaskan bahwa peringkat obligasi adalah skala yang menunjukan keamanan suatu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dalam membayar bunga dan pokok kewajiban secara tepat waktu. Peringkat obligasi (bond rating) adalah menurut Jogiyanto…

menurut Jogiyanto (2015) menjelaskan bahwa: Peringkat obligasi (bond rating) adalah simbol-simbol karakter yang diberikan oleh agen pemeringkat untuk menunjukan risiko dari obligasi yang diterbitkan.

Lembaga pemeringkat efek yang diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/31/DPNP tanggal 22 Desember 2011 perihal Lembaga Pemeringkat dan Peringkat yang Diakui Bank Indonesia, yaitu Fitch Ratings, Moody’s Investor Service, Standard and Poor’s (S&P), PT Fitch Rating Indonesia, PT ICRA Indonesia, dan PT Pemeringkat Efek indonesia (PEFINDO).

Kategori Peringkat Obligasi Menurut Beberapa Lembaga Pemeringkat

( Kategori Peringkat Jangka Menengah dan Panjang )

 

Fitch Rating : AAA; AA+; AA; AA- ; A+; A; A-; BBB+; BBB; BBB-; BB+; BB; BB-; B+; B; B-; CCC; CC; C; RD; D

Moody’s Investor Service : Aaa; Aa1; Aa2; Aa3; A1; A2; A3; Baa1; Baa2; Baa3; Ba1; Ba2; Ba3; B1; B2; B3; Caa1; Caa2; Caa3; Ca; C

Standard and Poor’s : AAA; AA+; AA; AA-; A+; A; A-; BBB+; BBB; BBB-; BB+; BB; BB-; B+; B; B-; CCC+; CCC; CCC-; CC; C; D

  1. Fitch Ratings Indonesia : AAA(idn); AA+(idn); AA(idn); AA-(idn); A+(idn); A(idn); A-(idn); BBB+(idn); BBB(idn); BBB-(idn); BB+(idn); BB(idn); BB-(idn); B+(idn); B(idn); B-(idn); CCC(idn); CC(idn); C(idn); RD(idn); D(idn)
  2. ICRA Indonesia : [Idr]AAA; [Idr]AA+; [Idr]AA; [Idr]AA-; Idr]A+; [Idr]A; [Idr]A-; [Idr]BBB+; [Idr]BBB; [Idr]BBB-; [Idr]BB+; [Idr]BB; [Idr]BB-; [Idr]B+; [Idr]B; [Idr]B-; [Idr]C+; [Idr]C; [Idr]C-; [Idr]D
  3. Pemeringkat Efek Indonesia : idAAA+; idAAA; idAAA-; idAA+; idAA; idAA-; idA+;idA; idA-; idBBB+; idBBB; idBBB-;idBB+; idBB; idBB-; idB+; idB;idB-; idCCC; idSD; idD

Peringkat obligasi biasanya diterbitkan secara berkala oleh lembaga pemeringkat efek. Rating tersebut bukanlah rekomendasi untuk sell, buy atau hold dan bukan pula komentar seperti halnya analisis saham. Rating dibentuk berdasarkan informasi yang disajikan oleh obligor atau informasi-informasi lain yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya. Peringkat obligasi diperbarui secara regular untuk mencerminkan perubahan signifikan dari kinerja keuangan dan bisnis perusahaan. Perubahan peringkat memiliki pengaruh signifikan pada aktivitas investasi dan pendanaan masa depan perusahaan serta profil risiko dan kinerja masa depannya.

Dengan demikian, peringkat obligasi adalah sebuah pernyataan tentang keadaan penghutang dan kemungkinan apa yang bisa dan akan dilakukan sehubungan dengan hutang yang dimiliki. Dapat dikatakan bahwa peringkat mencoba mengukur risiko kegagalan, yaitu peluang emiten atau 16 peminjam akan mengalami kondisi tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan. Peringkat obligasi perusahaan memberikan petunjuk bagi investor tentang kualitas investasi obligasi yang mereka minati.Menurut Bodie, et.al (2005) perusahaan pemeringkat obligasi menggunakan basis pemeringkatan mereka kebanyakan dari analisis tren dan tingkat rasio keuangan perusahaan penerbit. Rasio-rasio penting yang digunakan untuk menilai keamanan obligasi yaitu:

  1. Rasio cangkupan (coverage ratio)
  2. Rasio pengungkit (leverage ratio)
  3. Rasio likuiditas (liquidity ratio)
  4. Rasio profitabilitas (profitability ratio)
  5. Rasio arus kas terhadap utang (cash flow to debt ratio)

Definisi Peringkat Obligasi Menurut PEFINDO

idAAA : Peringkat idAAA merupakan efek utang dengan peringkat tertinggi yang ditetapkan oleh PT PEFINDO, didukung oleh kemampuan obligor yang superior atau paling kuat relative

idAA : Peringkat idAA memiliki kualitas kredit sedikit dibawah peringkat dengan kategori tertinggi, didukung oleh kemampuan obligor yang sangat kuat

idA : Peringkat idA mengisyaratkan bahwa obligor memiliki kemampuan yang kuat

idBBB : Peringkat idBBB didukung kemampuan obligor yang cukup memadai relative

idBB : Peringkat idBB menunjukan dukungan kemampuan obligor agak lemah relative tidak menentu

idB : Peringkat idB menunjukan parameter perlindungan yang lemah

idCCC : Peringkat idCCC menunjukan kemampuan obligor pada kategori rawan atau cenderung tidak mampu untuk memenuhi kewajiban finansialnya

idD : Peringkat idD mencerminkan bahwa efek hutang yang macet

Obligasi yang layak untuk investasi (investment grade) dimasukkan dalam satu kategori dengan peringkat AAA hingga BBB.Sedangkan obligasi yang termasuk spekulatif adalah BB hingga C maupun D. Obligasi peringkat bawah yang disebut junk bond adalah kelompok obligasi yang tidak layak untuk investasi.Salah satu produk dari Pefindo adalah mengeluarkan rating outlook yaitu penilaian atas prospek jangka menengah dan panjang mengenai institusi yang diperingkat meliputi evaluasi terhadap perubahan perekonomian dan bisnis tersebut. Peringkat dari AA hingga B dapat dimodifikasi dengan penambahan plus (+) atau minus (-). Tanda plus (+) ataupun minus (-) digunakan untuk menunjukkan kekuatan relatif dari kategori peringkat (www.pefindo.com). Di bawah ini definisi dan istilahnya :

Definisi dan Istilah Rating Outlook PT PEFINDO

Positif : Prospek yang berpotensi untuk menaikkan peringkat

Negatif : Prospek yang berpotensi untuk menurunkan peringkat

Stabil : Indikasi prospek yang stabil sehingga hasil peringkat akan stabil juga

Berkembang : Prospek yang belum jelas disebabkan ketebatasan informasi, sehingga hasil

peringkat bisa dinaikkan dan diturunkan sesuai dengan perkembangan selanjutnya.

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *